APBMI Kaltim Bentuk Tim untuk Kaji Pola Kerja PBM

Credit: pexels.com

Daerah

APBMI Kaltim Bentuk Tim untuk Kaji Pola Kerja PBM

SAMARINDA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalimantan Timur tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat daya saing perusahaan bongkar muat (PBM) di tengah perkembangan industri kepelabuhanan yang masih bergerak bertahap.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengkaji pola pembagian kerja yang dinilai mampu menciptakan iklim usaha yang lebih tertata sekaligus meningkatkan pendapatan anggota.

Ketua DPW APBMI Kalimantan Timur, Syamsudin Murais, mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan kajian terkait sistem pembagian pekerjaan di lingkungan PBM yang nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun pola kerja yang lebih terukur dan memberikan kepastian usaha bagi anggota.

"Seperti yang sudah disampaikan di pembahasan rapat, kami melakukan kajian-kajian pola pembagian kerja seperti apa. Kami sudah tunjuk tim untuk melakukan kajian itu," kata Syamsudin usai rapat di sekretariat DPW APBMI Kaltim, Samarinda, belum lama ini.

Selain melakukan kajian internal, APBMI Kaltim juga berencana melakukan studi banding ke sejumlah pelabuhan besar untuk mempelajari pola kerja yang telah diterapkan di daerah lain.

"Tadi sudah saya sampaikan juga, akan melakukan studi banding dengan pola kerja di pelabuhan yang lain, pelabuhan besar seperti apa. Tentunya kami sebagai pengurus tetap mengupayakan bagaimana anggota ini, pengingkatan pendapatan anggota seperti apa," ujarnya.

Di sisi lain, Syamsudin menilai prospek industri kepelabuhanan Kalimantan Timur dalam beberapa tahun ke depan masih perlu dicermati.

Menurutnya, sejumlah proyek industri seperti pembangunan smelter memang menunjukkan perkembangan, namun dampaknya terhadap aktivitas bongkar muat belum terlalu signifikan.

"Kita lihatlah ke depan seperti apa. Ini kan sementara yang ada, contoh smelter-smelter ini, waktu itu gambaran prospeknya seperti apa. Kita lihat, sampai sekarang sudah terjalani, masih jalan di tempat sih. Bukan tidak ada progres, ada perkembangan. Cuman belum sangat, belum signifikan," katanya.

Karena itu, APBMI Kaltim memilih fokus membenahi tata kelola internal agar peluang usaha dapat berjalan lebih merata dan tidak memicu persaingan antaranggota.

"Pola kerja kita tertata, jadi tidak ada yang harus merasa direbut pekerjaannya, kami akan tata semuanya," tegas Syamsudin. (*)